Apa Hukum Sikat Gigi Saat Puasa, Batal atau Tidak?

Diposting pada

Hukum sikat gigi saat puasa Ramadan boleh gak ya? Banyak yang bingung diantara kita ketika puasa apakah boleh sikat gigi atau tidak. takutnya batal puasanya, ada yang bilang makruh. Sementara kita gak mau kan nilai puasa kita berkurang gara-gara sikat gigi, padahal kita udah menahan haus dan laper selama seharian.

Apa Hukum Sikat Gigi Saat Puasa, Batal atau Tidak?
Bolehkah sikat gigi saat puasa

Cuman terkadang banyak dari kita setelah sahur dan sholat subuh malah tidur lagi, padahal setelah sahur kita sudah sikat gigi, namun karena tidur lagi dan bangun di pagi harinya terkadang kita merasa kurang nyaman dengan kondisi mulut, seperti ada bau-baunya gitu.

Mau sikat gigi takut makruh atau batal puasanya, padahal kita mau berpergian ke kampus atau kemanapun dan akan bertemu banyak orang, nantinya takut pas kita ngobrol malah kecium bau tak sedap dari mulut kita.

Bersiwak saat Berpuasa itu Boleh

Bersiwak pun ada dua macam yakni siwak basah dan siwak kering, ada yang membolehkah siwak kering namun memakruhkan siwak basah lantaran dikhawatirkan memiliki rasa.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِى لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ

“Seandainya tidak memberatkan umatku niscaya akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali berwudhu.” (Hadits ini dikeluarkan oleh Bukhari dalam kitab Shahihnya secara mu’allaq (tanpa sanad). Dikeluarkan pula oleh Ibnu Khuzaimah 1: 73 dengan sanad lebih lengkap. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Namun ada juga pendapat ulama yang memakruhkan siwak basah lantaran memiliki rasa, diantaranya adalah ulama Malikiyah dan Asy-Sya’bi.

Pada kitab Shahih Imam Bukhari disebutkan mengenai pendapat makruhkan siwak basah lantaran memiliki rasa, namun hal itu disanggah oleh Ibdu Sirin yang menyatakan air pun memiliki rasa dan diperbolehkan untuk berkumur-kumur.

Jadi kesimpulannya adalah tidak mengapa baik menggunakan siwak basah maupun siwak kering asalkan tidak ada yang masuk kedalam perut melalui mulut. Jika merasakan ada yang basah didalam mulut maka tinggal muntahkan dan tudak akan merusak puasanya, artinya berkumur-kumur dengan air atau bersiwak adalah boleh.

Sikat Gigi dengan Pasta Gigi yang Memiliki Rasa Kuat

Lantas bagaimana dengan sikat gigi menggunakan pasta gigi yang memiliki rasa yang lebih kuat? Jika merujuk pada pendapat para ulama diatas menyikat gigi tidak membatalkan puasa asalkan tidak ada yang masuk kedalam rongga perut.

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Jika seseorang bersiwak dengan siwak yang basah lantas cairan dari siwak tadi terpisah lalu tertelan, atau ada serpihan dari siwak yang ikut tertelan, puasanya batal. Hal ini tidak ada perbedaan di antara para ulama (Syafi’iyah, pen.). Al-Faurani dan yang lainnya menegaskan seperti itu.” (Al-Majmu’, 6: 222)

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah ketika ditanya apa hukum menggunakan pasta gigi saat berpuasa, jawaban beliau, “Membersihkan gigi saat dengan pasta gigi tidak membatalkan puasa sebagai siwak. Hal ini selama menjaga diri dari sesuatu yang masuk dalam rongga perut. Jika tidak sengaja ada sesuatu yang masuk di dalam, maka tidak batal.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 15: 260. Dinukil dari Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab no. 108014).

Namun sebaiknya jika kita berpuasa maka lebih memilih menghindari menyikat gigi dan memanfaatkan waktu setelah buka puasa untuk menyikat gigi dengan pasta gigi juga setelah makan sahur untuk menyikat gigi. Sementara pas puasanya disiang harinya lebih baik tidak menyikat gigi.

Semoga artikel ini memberikan manfaat bagi kita semua, amin ya Allah ya Robbal alamin.
Sumber rujukan: Rumaysho.com.

Gambar Gravatar
"Travel Vlogger yang suka tantangan"