Apa Itu Puasa Syawal? Faedah dan Keutamaannya

Diposting pada

Apa itu Puasa Syawal? Alhamdulillah kita sudah memasuki bulan Syawal setelah sebulan penuh kita berpuasa di bulan Ramadhan. Kemarin kita merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442H dan bersuka cita sekaligus sedih karean ditinggalkan bulan yang penuh berkah yakni bulan Ramadhan.

Kita tidak tahu apakah tahun depan masih bisa bertemu dengan bulan Ramadhan lagi atau tidak. Banyak orang yang juga merasakan sedih lantaran merasa tidak begitu maksimal memanfaatkan bulan suci Ramadhan dalam hal beribadah.

Maka datangnya bulan Syawal ini sekaligus dimanfaatkan untuk kembali melanjutkan puasa syawal selama 6 hari.

Pengertian Puasa Syawal, Faedah dan keutamaannya
Pengertian Puasa Syawal, Faedah dan keutamaannya

Puasa Sebagai Benteng Seorang Muslim

Puasa sendiri bagi umat islam bisa diartikan sebagai benteng atau perisai baik di dunia maupun di akherat. Dengan berpuasa kita akan terjaga dan terhindar dari perbuatan-perbuatan yang tercela. Sementara puasa juga bisa menjadi perisai dari api neraka saat di akherat kelak, hal ini sesuai dengan haidst Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.

وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ

“Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari)

Apa itu Puasa Syawal?

Puasa Syawal adalah puasa yang dilaksanakan di bulan Syawal yang idealnya dilakukan selama 6 hari berturut-turut dari tanggal 2 hingga 7 syawal atau sehari setelah lebaran sampai 6 hari berikutnya. Namun jika tidak bisa secara berturut-turut maka bisa dilakukan kapanpun asalkan masih di bulan Syawal.

Puasa syawal juga dianjurkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam lantaran memiliki keistimewaan yakni siapa saja yang berpuasa di bulan syawal selama enam hari maka baginya seperti berpuasa setahun penuh.

Hal ini dapat dilihat dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari sahabat Abu Ayyub Al Anshoriy, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)

Hukum Puasa Syawal

Seperti dikutip dari laman NU.OR.ID, hukum puasa syawal adalah sunnah bagi mereka yang memang tidak memiliki tanggungan puasa wajib seperti puasa Ramadhan atau puasa Nadzar.

Nah jika puasa Ramadhan kamu kemarin lancar selama sebulan penuh maka kamu bisa puasa syawal dengan hukum sunnah dan insyaAllah mendapatkan pahala seperti setahun berpuasa.

Namun jika kamu masih memiliki hutang puasa wajib misal pada Ramadhan kemarin kamu melaksanakan perjalanan jauh sehingga tidak puasa atau sakit dan lain sebagainya maka hukumnya makruh jika kamu menjalankan puasa Syawal, karena yang wajib haruslah didahulukan.

Hukum puasa Syawal bisa menjadi haram bagi kamu yang pernah batal puasa wajib seperti puasa Ramadhan kemarin secara sengaja tanpa sakit apapun.

Faedah Puasa Syawal

Ada setidaknya lima faedah puasa Syawal yang akan kamu dapatkan bila menjalankannya sesuai dengan syarat tadi diantaranya adalah.

  1. Puasa Syawal 6 hari sama dengan puasa setahun penuh

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.”

  1. Puasa syawal seperti halnya shalat sunnah rawatib yang dapat menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadah wajib.
  2. Melakukan puasa syawal merupakan tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan.
  3. Melaksanakan puasa syawal adalah sebagai bentuk syukur pada Allah.
    Melaksanakan puasa syawal menandakan bahwa ibadahnya kontinu dan bukan musiman saja.

Nah itulah yang dimaksud puasa syawal serta faedah dan keutamaannya. Mudah-mudahan amal ibadah puasa kita di terima Allah Subhanahu wata’ala, amiiinn ya Allah.

Gambar Gravatar
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”