Inilah Penampakan Batu Hajar Aswad dalam Foto Resolusi 49 Ribu Megapixel

Diposting pada

Saudi Arabia melalui Presidensi Umum Urusan Masjid Agung Saudi dan Masjid Nabawi merilis foto batu Hajar Aswad dengan resolusi super tinggi pada hari Senin (3/5/2021).

Seperti dikutip dari CNN, Kamis (6/5/2021) ada tiga foto yang diperlihatkan. Foto tersebut diambil menggunakan kamera dengan resolusi 49.000 megapixel dengan teknik pengambilan fokus panoramik.

Baca juga:

  1. 6 Pekerjaan Dirumah Tapi Bisa Hasilkan Uang Banyak
  2. Rahasia Membuat Kacang Bawang Renyah Untuk Lebaran
  3. Bisnis Tanpa Modal untuk Pelajar Bisa Hasilkan Uang
  4. Tempat-Tempat Wisata Terkeren
  5. Rahasia Sukses Bisnis Ayam Kampung Minim Modal
keajaiban batu hajar aswad
batu hajar aswad dalam foto 49 ribu MP

Foto-foto diambil mencapai 1050 buah kemudian ditumpuk atau disatukan sehingga tingkat akurasi dan ketajaman foto sangat tinggi.

“Foto Hajar Aswad ini berukuran hingga 49.000 megapixel. Butuh waktu tujuh jam untuk mengabadikannya, dan lebih dari 50 jam untuk mengolahnya,” kata juru bicara General Presidency of the Two Holy Mosques, otoritas yang merilis foto ini.

Bayangkan saja proses pengambilan foto dilakukan selama 50 jam kemudian menghasilkan 1050 foto dengan masing-masing foto berukuran 160 GB.

“Ini penting karena dalam hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Ini pertama kalinya ada foto digital batu yang diperbesar dan orang dapat melihat batu itu dari dekat dan secara personal,” kata Afifi Al-Akiti, peneliti studi Islam di Oxford University yang tidak terlibat dalam proyek tersebut.

Bagi umat islam batu Hajar Aswad memiliki spiritual khusus lantaran dipercaya sebagai batu yang turun dari Surga yang dibawa oleh Malaikat Jibril dan diberikan kepada Nabi Ibrahim, AS.

penampakan batu hajar aswad
penampakan batu hajar aswad

Awalnya Nabi Ibrahim, AS tengah mencari batu-batuan untuk membangun Ka’Bah namun hadirnya batu ini dengan nilai yang tinggi akhirnya diletakan di sudut Ka’bah dengan ketinggian 1.5 meter dari permukaan tanah.

Batu ini awalnya berwarna putih namun lantaran banyaknya pengunjung atau Jamaah saat musim haji membuat batu ini menjadi hitam. Mereka berloma-lomba menyentuh batu ini yang diyakini sebagai penebus dosa sehingga lama-kelamaan menjadi hitam.

“Batu hitam turun dari surga dan itu lebih putih dari susu, tetapi dosa anak-anak Adam mengubahnya menjadi hitam.” (HR Tirmidzi)

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hajar aswad adalah batu dari surga. Batu tersebut lebih putih dari salju. Dosa orang-orang musyriklah yang membuatnya menjadi hitam.” (HR. Ahmad 1: 307. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa lafazh ‘hajar Aswad adalah batu dari surga’ shahih dengan syawahidnya. Sedangkan bagian hadits setelah itu tidak memiliki syawahid yang bisa menguatkannya. Tambahan setelah itu dho’if karena kelirunya ‘Atho’)

batu hajar aswad dalam sebuah wadah berwarna silver
batu hajar aswad dalam sebuah wadah berwarna silver

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda mengenai hajar Aswad, “Demi Allah, Allah akan mengutus batu tersebut pada hari kiamat dan ia memiliki dua mata yang bisa melihat, memiliki lisan yang bisa berbicara dan akan menjadi saksi bagi siapa yang benar-benar menyentuhnya.” (HR. Tirmidzi no. 961, Ibnu Majah no. 2944 dan Ahmad 1: 247. Abu Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan dan Syaikh Al Albani menshahihkan hadits ini).

Batu Hajar Aswad Secara Ilmiah

Banyak ilmuwan yang berambisi ingin mengetahui lebih dalam mengenai batu Hajar Aswad. Bahkan batu ini pernah dicuri pada tahun 930 M.
Hajar al-Aswad sempat dicuri dari Ka’bah sekitar 930 M oleh pejuang Qarmatian yang merupakan sekte Syiah Ismaeeli. Mereka menggeledah Makkah, menodai Sumur Zamzam dengan mayat Muslim dan membawa Hajar Aswad ke markas mereka di Ihsaa, di Bahrain di abad pertengahan. Menurut sejarawan Al-Juwayni, batu tersebut dikembalikan pada sekitar 952 M dan dikembalikan ke lokasi aslinya.

Hingga saat ini para ilmuan belum ada yang secara gamblang mengungkapkan asal usul batu Hajar aswad, ada yang mengatakan ini adalah batu meteor luar angkasa namun tidak bisa dipastikan, ada juga yang mengatakan ini adalah batu hasil dari letusan gunung merapi.

Gambar Gravatar
"Travel Vlogger yang suka tantangan"