Kapan Menggunakan Fitur RTH Pada Drone (Return to Home)

rth drone

Drone bisa disebut sebagai pesawat tanpa awak yang memiliki fitur lengkap dan canggih. Saat ini penggunaan drone di Indonesia sudah semakin banyak lantaran “mainan” mahal ini sudah mulai dijual bebas dipasaran dengan harga yang bervariatif yang disesuaikan dengan spesifikasi yang ditawarkan.

fitur RTH pada drone Fimi X8SE 2020
Fitur RTH pada drone Fimi X8SE

Saya sendiri memiliki drone aerial untuk kebutuhan videography bermerek Hubsan dengan seri Hubsan Zino 2. Untuk hasil video-video drone saya teman-teman bisa melihatnya di channel youtube saya dengan nama “Andrian Deni“.

Nah kali ini saya ingin membahas sedikit mengenai salah satu fitur yang pasti ada di drone-drone aerial berbasis GPS yakni Return to Home atau disingkat dengan RTH. RTH ini berfungsi untuk mengembalikan drone ke posisi awal pada saat kita terbang.

Misalkan kita terbang diposisi A dititik yang sudah ditentukan, GPS akan merekam posisi awal sobat menerbangkan drone. Kemudian drone terbang sesuai keinginan kita dan setelah sekian lama terbang drone akan dikembalikan keposisi semula secara otomatis, maka sobat tinggal menekan fitur RTH (return to home).

Maka otomatis drone akan kembali bergerak dengan sendirinya menuju titik awal drone diterbangkan dan landing dititik awal tersebut. Bisa saja akan melenceng beberapa centimeter akibat banyak faktor pendukung semisal kondisi angin yang kencang atau bahkan bisa landing tepat diposisi awal take off.

Jangan Terpaku dengan RTH

Tak sedikit drone yang mengalami crash lantaran memanfaatkan fitur RTH tadi, misalkan sobat tengah berada di perumahan padat penduduk atau sobat terbang didekat sutet, tower listrik, BTS dan lain sebagainya yang berpengaruh terhadap kondisi sinyal.

Nah biasanya mereka memaksakan menggunakan fitur RTH tersebut untuk “memulangkan” dronenya namun alih-alih landing diposisi awal saat terbang drone justru bergeser beberapa sentimeter atau beberapa meter dari titik awal dan kebetulan disampingnya terdapat pohon, rumah atau rintangan lainnya, alhasil drone mengalami crash dan rusak.

Kapan Menggunakan Fitur RTH

Nah sobat harus memahami penggunanaan fitur RTH (return to home) sendiri sebaiknya digunakan pada saat darurat saja. RTH sendiri memang disediakan sebagai fitur keselamatan terbang sehingga tidak melulu kita harus menggunakannya.

Ibaran pesawat terbang meskipun ada fitur autopilot tetap saja pilot harus selalu siap mengendalikan pesawatnya, begitupun dengan drone yang kita terbangkan.

Jadi kapan waktu yang tepat untuk menggunakan fitur RTH? Tentu saja pada saat kondisi darurat semisal drone mengalami disconect sehingga tampilan pada layar smartphone menjadi hitam meski begitu remot masih tetap terhubung dengan drone. Disitulah sobat bisa menekan fitur RTH.

Atau sobat yang masih kebingungan melihat posisi drone karena terbang yang cukup jauh, maka sobat bisa mulai menekan fitur RTH sehingga drone akan kembali ke titik awal penerbangan.

ITUPUN ketika drone posisinya sudah berada tepat diatas kita atau drone sudah mulai terlihat jelas maka kita HARUS mengambil alih sendiri kontrolnya dan melakukan landing secara manual.

Nah jadi sudah jelas kan kapan kita menggunakan fitur RTH? yaitu pada saat kepepet saja atau pada saat kita ingin memulangkan drone secara otomatis kemudian setelah terlihat maka kita harus mengambil alih secara manual agar lebih selamat. Semoga artikel ini bermanfaat gais..

You May Also Like

About the Author: deniandrian

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”