Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), DEFINISI DAN MANFAAT

Diposting pada

Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) – Dari data yang dikeluarkan oleh ILO menyebutkan bahwa ada 1 pekerja yang meninggal setiap 15 detiknya akibat kecelakaan kerja atau sakit yang diderita akibat pekerjaannya.

Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Jadi setidaknya ada 160 kecelakaan kerja didunia setiap 15 detiknya. Jika mengetahui angka tersebut tentu cukup mengerikan ya meskipun dilingkungan kita tempat kita bekerja jarang sekali menemukan kecelakaan kerja. Tapi resiko akan kecelakaan kerja tetap ada dan besar.

Beberapa waktu lalu tetangga saya mengalami kecelakaan kerja yang cukup mengerikan dimana hampir semua badannya terbakar akibat tersengat listrik pada saat bekerja. Maka akan sangat penting dunia usaha memperhatikan akan keselamatan dan kesehatan kerja untuk melindungi para pekerjanya.

Atas dasar itulah semakin berkembangnya dunia ekonomi di Indonesia, masyarakat pekerja juga cukup ada peningkatan dari sisi ekonomi namun juga perlu diimbangi dengan keselamatan dan kesehatan kerja.

Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Maka kitapun mengenal istilah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), apa maksudnya? K3 adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang segala analisis, evaluasi serta solusi yang dapat diambil dalam hal mengoptimalkan keselamatan bagi pekerja, bagi orang lain disekitar pekerja itu, bagi alat-alat yang digunakan.

Juga untuk menjaga kesehatan para pekerja agar produktifitas pekerja lebih tinggi, perusahaan lebih produktif dan mendapatkan untung sementara pekerja menjadi lebih sejahtera.

Maka setiap perusahaan dan pekerja harus faham betul akan pentingnya K3 ini mengingat daro data BPJS Ketenagakerjaan menyebutkan setidaknya setiap harinya di Indonesia ada 9 orang meningggal akibat kecelakaan kerja.

Manfaat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Tentu saja jika perusahaan dan pekerja menerapkan ilmu keselamatan dan kesehatan kerja (K3) maka akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Pekerja akan terjaga keselamatan dan kesehatannya selama bekerja sehingga menjadi lebih produktif dan semangat bekerja, sementara perusahaan akan lebih produktif yang berimbas pada meningkatnya pendapatan.

5 Tips Keselamatan Kerja di Tempat Kerja

Ada beberapa tips keselamatan kerja ditempat kerja yang bisa menjadi acuan kita pada saat bekerja, diantaranya adalah:

  1. Patuhi Protokol Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Protokol K3)

Protokol K3 bukan hanya diterapkan pada perusahaan yang memang memiliki resiko tinggi terjadinya kecelakaan kerja melainkan juga pada perusahaan dengan resiko rendah sekalipun seperti perusahaan jasa dan lainnya.

Maka perlu semua pekerja dibekali dengan pengetahuan K3 ini dan diterapkan dalam aktivitas pekerjaannya, semisal menggunakan alat-alat dengan standar keselamatan kerja yang tinggi. Manajemen juga perlu melakukan pengendalian terhadap risiko yang bisa terjadi pada pekerjaan.

Karena walau bagaimanapun terjadinya kecelakaan kerja maka selain pekerja yang kecelakaan perusahaan juga akan mengalami kerugian baik moril maupun materil.

  1. Melakukan Perawatan Alat Kerja Secara Berkala

Sekalipun pekerja sudah cukup hati-hati dalam aktivitas pekerjaannya namun jika tidak didukung oleh alat-alat kerja yang baik dan prima maka risiko kecelakaan kerja bisa terjadi.

Oleh sebab itu perlu adanya pemeliharaan secara rutin alat-alat kerja tersebut sehingga pekerja menjadi lebih aman dan nyaman saat menjalankan tugasnya.

  1. Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)

Beberapa pekerjaan dengan resiko kecelakaan kerja yang tinggi maka mewajibkan para pekerjanya untuk menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor PER.08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri

Misalnya pekerjaan yang berhubungan dengan api dan panas, pekerjaan bongkar muat kapal dan perahu di dermaga, pekerjaan pembangunan dan lain sebagainya.

  1. Mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Profesional

Semisal jika kamu seorang tukang las maka perlu melakukan pelatihan dan sertfikasi tukang las sehingga menjadi tukang las profesional, selain mahir dalam mengelas juga faham betul bagaimana cara mengelas yang aman sehingga terhindar dari kecelakaan kerja.

  1. Penuhi Persyaratan Keandalan Bangunan Gedung

Sebagaimana yang disebutkan di dalam Pasal 16 Undang-Undang No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, bahwa keandalan bangunan gedung adalah keadaan bangunan yang telah memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan bangunan gedung sesuai dengan fungsinya.

Nah itulah mengenai apa yang dimaksud dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), maka mulai sekarang kita sebagai pekerja harus lebih peduli akan keselamatan kerja karena bagaimanapun ada keluarga yang menunggu dirumah.

Gambar Gravatar
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”