Pengertian PSBB Adalah? Penjelasan Lengkap Apa dan Fungsinya

Diposting pada

Apa itu PSBB? – Saat ini dunia tengah berada dalam masa sulit lantaran “diserang” oleh wabah yang cukup mematikan yakni virus Corona atau disebut juga dengan Covid-19. Penyebaran wabah ini hampir terjadi diseluruh dunia dengan jumlah korban meninggal sudah tembus diangka 166 ribu orang dan jumlah orang terinveksi mencapai 2,4 juta orang.

Live update corona virus baik di Indonesia maupun didunia sobat bisa melihat di halaman Kawal CORONA diatas atau bisa mengklik tautan ini: Live Covid-19.

Awal mula penyebaran Covid-19 adalah di Wuhan, China dan secara cepat menyebar ke berbagai negara didunia, penyebaran yang cepat disinyalir lantaran virus ini berpindah dari satu manusia ke manusia lain. Oleh sebab itu negara-negara di dunia menerapkan cara khusus untuk memutus penyebarannya.

Ada yang melakukannya dengan cara Lockdown dengan menutup semua akses kota yang terinveksi hingga tidak ada kehidupan namun ada juga yang menerapkan cara lain. Salah satunya di Indonesia yang menerapkan cara PSBB atau singkatan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Dilansir dari berbagai laman berita termasuk Okezone.com, pada tanggal 31 Maret 2020 dalam rangka mempercepat proses penanganan Covid-19 Presiden Indonesia, Ir. Joko Widodo menekan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB.

PP tersebut juga dirincikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dengan menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 9 Tahun 2020. Lantas apa itu PSBB?

PSBB adalah

PSBB Adalah

PSBB sendiri menurut PP nomor 21 adalah membatasi kegiatan tertentu pada suatu wilayah atau kota yang diduga terinveksi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Sementara menurut PMK Nomor 9 Tahun 2020 pasal 2 ada dua kriteria suatu wilayah menentukan status PSBB diantaranya adalah:

  1. Jumlah yang terinveksi Covid-19 dan jumlah kematian meningkat secara signifikan dengan penyebaran yang cepat kebeberapa wilayah.
  2. Wilayah yang terdapat penyakit juga memiliki kaitan epidemiologis dengan kejadian serupa yang terdapat di wilayah atau negara lain. Dari kedua kriteria itulah pada nantinya Menkes dapat menentukan apakah wilayah atau daerah tersebut layak untuk diterapkan PSBB atau tidak.

Meski begitu para kepala daerah yang menganggap wilayahnya dalam kondisi darurat Covid-19 bisa mengajukan diri untuk status PSBB dan jika disetujui oleh pemerintah pusat maka akan dilakukan PSBB selama 14 hari kedepan. Namun jika kondisinya masih belum membaik status PSBB akan diperpanjang hingga 14 hari kedepan sampai kasus terakhir ditemukan.

Pembatasan PSBB

Saat ini Kota Jakarta tengah melakukan PSBB dan disusul oleh beberapa kota ditempat lain seperti di Jawa Barat. Sementara di beberapa tempat lainnya yang masih dirasa aman hanya diwajibkan untuk melakukan Sosial Distancing atau menjaga jarak dengan orang lain serta menggunakan masker.

Nah berbeda dengan Social Distancing, PSBB tentu memiliki aturan yang lebih ketat yang harus dipatuhi oleh setiap orang agar hasilnya bisa lebih maksimal. Beberapa aturan dalam PSBB diantaranya adalah:

  1. Pembatasan Aktivitas Sekolah dan Tempat Kerja

Saat ini bahkan persekolahan sudah diliburkan hingga waktu yang masih belum bisa ditentukan. Sementara beberapa tempat kerja juga harus libur lantaran dianggap sebagai tempat untuk berkumpulnya masyarakat yang rentan terhadap penyebaran virus.

Meski begitu beberapa tempat kerja strategis masih tetap bisa buka seperti pelayanan kesehatan, pelayanan bahan bakar minyak, kebutuhan pangan dan pekerjaan lainnya yang dianggap untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

  1. Pembatasan Kegiatan Keagamaan

PSBB juga membatasi aktivitas keagamaan yang mengumpulkan banyak orang dan berpotensi bisa menyebarkan virus Covid-19 antar jamaah. Maka dari itu PSBB mengharuskan aktivitas belajar dirumah, bekerja dirumah hingga beribadah dirumah.

Bahkan pembatasan aktifitas keagamaan seperti solat jum’at juga diperkuat oleh para ulama sehingga menjadi tidak masalah jika beribadah solat jumat diganti dengan solat dzuhur.

  1. Kegiatan Ditempat Umum

Pembatasan juga diterapkan pada kegiatan yang bersifat ditempat umum seperti difasilitas umum. Namun pembatasan ini tidak berlaku pada supermarket, minimarket, pasar, toko, atau tempat penjualan obat dan peralatan medis, kebutuhan pangan, barang kebutuhan pokok, bahan bakar minyak dan gas serta energi.

begitupun dengan fasilitas kesehatan dan juga olahraga masih bisa dilakukan hanya saja harus mematuhi Social Distancing dan menggunakan masker.

  1. Pembatasan Kegiatan Sosial dan Budaya

Kegiatan berkerumun sekalipun kegiatan sosial dan budaya juga ditiadakan sementara untuk mencegah penyebaran virus corona selama PSBB.

  1. Pembatasan Operasional Transportasi Umum

Transportasi umum yang bersipat kebutuhan utama masyarakat juga dibatasi dalam hal jumlah penumpang dan merapkan social distancing juga harus menggunakan makser. Moda transportasi umum juga mulai dikurangi jam operasionalnya.

Fungsi PSBB

Tentu saja pemerintah menerapkan PSBB pada suatu wilayah yakni demi mencegah penularan virus Covid 19 serta memutus rantai penyebaran. Apalagi saat ini penderita Covid-19 di Indonesia masih terus terjadi dengan jumlah meninggal yang cukup banyak.

Diharapkan diterapkan PSBB ini diharapkan masyarakat bisa ikut serta mensukseskannya dengan menjadi lebih dispilin demi menjaga kesehatan dirinya, keluarganya dan orang-orang disekitarnya.

PSBB ini juga diharapkan mampu menekan angka penderita dan kematian di Indonesia akibat Covid-19 dan mudah-mudahan wabah ini bisa segera tuntas. Smeoga penjelasan mengenai Apa itu PSBB bisa dimengerti dan kita bisa lebih “aware” terhadap kondisi sekarang ini.

Gambar Gravatar
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”