Penyebab Drone Hubsan Zino 2 Jatuh, Teliti Sebelum Terbang!

Diposting pada

Halo sobat sekalian, pagi ini cukup dikejutkan dengan dua teman saya yang mengalami nasib buruk setelah drone Hubsan Zino 2 nya mengalami kecelakaan jatuh dari ketinggian 50 meteran dan rusak parah.

drone hubsan zino 2 crash dan rusak parah
Drone Hubsan Zino 2 crash dan rusak parah

Total ada tiga Hubsan Zino 2 yang rusak parah dan harus diperbaiki. Sayangnya di Indonesia sangat sulit mendapatkan spare part Hubsan yang dibutuhkan sehinga “tukang service” drone juga tidak bisa berbuat banyak untuk memperbaiki drone tersebut.

Alhasil kita harus konsultasikan terlebih dahulu kepihak Hubsan dan apakah bisa dikirim sparepart ke Indonesia atau justru drone kita yang harus dikirim ke China untuk diperbaiki.

Sementara ongkos kirim ke China saja bisa menghabiskan Rp.300 ribuan, belum lagi biaya service yang harus dikeluarkan. Namun jika kondisi kerusakan masih bisa diperbaiki oleh teknisi tanpa harus mengganti bagian-bagian yang rusak biasanya biayanya tidaklah mahal sekitar Rp.100 ribu atau Rp.200 ribuan saja.

Kecuali jika ada bagian-bagian yang harus diganti maka akan disesuaikan dengan harga spare partnya. Saya dulu pernah memperbaiki gimbal Hubsan Zino di China dan hanya dikenakan biaya sekitar Rp.300 ribu saja. Tapi tetap saja dengan ongkos kirim PP jadi total hampir Rp. 1 jutaan.

Penyebab Drone Hubsan Zino 2 Jatuh

Kembali ke topik masalahnya ya sob, yang menarik bagi saya adalah kenapa ko bisa drone Hubsan Zino 2 mengalami “cut off” atau kegagalan daya baterai dan jatuh..?

Drone punya temen saya kang Fauzan Azhari harus jatuh dari ketinggian 50 meteran setelah baterai mengalami penurunan daya secara drastis dari 70 persen menuju 3 persen dan akhirnya mati dan jatuh.

Setelah saya tanya-tanya akhirnya terungkap penyebab utamanya. Drone tersebut sebenarnya jarang terbang lantaran dia sudah memiliki DJI Mavic Mini.

Sebelum disimpan tentu saja baterai semuanya diisi daya (cas) hingga penuh 100 persen. Namun karena kondisinya lama disimpan hingga akhirnya mengalami penurunan daya menjadi tidak 100 persen lagi.

Suatu saat drone Hubsan Zino 2 nya ingin diterbangkan lagi ibaratnya “manasin mesin” agar gak terlalu lama disimpan. Sayangnya dia gak melakukan cas atau isi daya terlebih dahulu hingga 100 persen lagi dan hanya mengandalkan sisa daya yang sudah ada sebelumnya.

Alhasil ketika awal terbang indikator baterai tidak lagi 100 persen dan mengalami penurunan secara drastis dari 70 persen ke 3 persen diketinggian 50 meter. Drone tidak memiliki daya lagi untuk landing ditempat semula dan harus terjatuh menghujam tanah.

Hal serupa juga dialami oleh teman saya lainnya dengan kasus yang serupa. Dronenya cukup lama tidak digunakan namun sekali digunakan baterainya tidak diisi lagi sehingga ada “cut off” daya diketinggian dan drone jatuh menghujam tanah.

Notifikasi Pada Layar FPV

Saya sebenarnya hampir mengalami hal serupa dimana drone sudah sekitar semingguan gak diterbangkan. Sebelum disimpan kondisi baterai tentu saja terisi penuh 100 persen.

Sebelum terbang saya biasa melakukan pengecekan terlebih dahulu di rumah dengan menyalakan drone barangkali ada update firmware. Beruntung saat itu muncul notifikasi dilayar smartphone yang menyatakan “baterai dalam kondisi tidak 100 persen dan harus diisi daya terlebih dahulu atau diganti dengan baterai yang penuh”.

Akhirnya saya putuskan cas lagi baterainya hingga 100 persen. Bisa saja jika saat itu saya menghiraukan peringatan tersebut maka bukan tidak mungkin drone akan mengalami “cut off” diketinggian seperti yang dialami kedua teman saya.

Kesimpulan

Melihat kasus diatas sepertinya bisa saja kejadian tersebut dialami oleh drone-drone merek lainnya mengingat baterai tidak bisa menyimpan daya terlalu lama.

Memang benar jika drone ingin disimpan dalam waktu yang cukup lama maka harus diisi daya minimal 75 persen atau lebih baik hingga 100 persen. Hal ini menghindari “baterai Beku” jika disimpan dalam keadaan kosong dan sudah pasti tidak akan bisa dipakai lagi alias rusak.

Meski begitu jika suatu saat ingin diterbangkan kembali maka baterai drone Hubsan Zino 2 haruslah di cas terlebih dahulu hingga 100 persen untuk menghindari kegagalan baterai atau “cut off”.

Sebaiknya biasakan ketika ingin terbang maka baterai di cas malamnya hingga penuh dan paginya aman untuk digunakan.

Nah itulah penyebab drone Hubsan Zino 2 jatuh karena kegagalan baterai. Jika dilihat memang sangat sepele namun tetap berakibat fatal untuk drone. Semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua.

Gambar Gravatar
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”