Tips Memilih Drone dari Berbagai Merek agar Tidak Bingung

Dari pengamatan saya saat ini peminat drone di Indonesia semakin hari semakin banyak, saya sendiri bergabung di beberapa grup owner dari berbagai merek drone seperti DJI, Hubsan, Parrot maupun Xiaomi.

Hal itu terlihat dari perkembangan anggota baru grup tersebut yang selalu bertambah setiap harinya. Apalagi di Indonesia regulasi bagi pemilik drone tidak terlalu ketat seperti di Amerika atau Eropa sana. Siapapun di Indonesia masih memungkinkan memiliki drone tanpa harus mempunyai lisensi dari otoritas terkait.

tips membeli drone agar tidak bingung

Ada yang membeli drone karena memang tertarik memiliki mainan baru yang bisa terbang dan dikendalikan melalui remot dan smartphone, ada juga yang membeli drone lantaran tergiur spesifikasi canggih yang ditawarkan.

Saya akan coba bagi kedalam beberapa kategori drone untuk memudahkan dalam penjelasan dari inti artikel ini. Kategori pertama adalah kategori drone mainan dimana disini diisi oleh drone-drone hanya sebatas bisa terbang saja.

Kategori Drone Mainan

Kategori ini cocok untuk para pemula yang baru pertama kali memegang sebuah drone. Jadi sebelum mengoperasikan drone dengan spesifikasi tinggi maka temen-temen bisa belajar terlebih dahulu bersama drone mainan ini sampai mahir dalam menerbangkannya.

Drone-drone yang masuk kategori ini rata-rata dijual dengan harga dikisaran dibawah Rp.5 jutaan dengan fitur kamera dan GPS, sebagian sudah memiliki gimbal namun dengan kemampuan yang masih terbatas.

Kategori Semi Profesional (Kelas Menengah)

Rata-rata para pencinta drone termasuk saya masih masuk kedalam kategori kelas menengah dimana disini oleh drone-drone dengan spesifikasi canggih layaknya drone profesional.

Drone dengan jangkauan terbang yang lebih jauh, kualitas kamera mumpuni dengan kemampuan merekam video hingga resolusi 4K, drone GPS dan memiliki sensor serta fitur pendukung yang lengkap.

Dengan kisaran harga diatas Rp.5 jutaan hingga Rp.15 jutaan temen-temen bisa mencoba drone Hubsan Zino series, Xiaomi Fimi series, DJI Mavic series ataupun Parrot Anafi dan lain sebagainya.

Kategori Profesional (Kelas Atas)

Sudah pasti drone yang masuk kategori adalah drone-drone dengan spesifikasi yang canggih terutama dari segi fitur dan kualitas kamera yang diberikan. Biasanya digunakan untuk kebutuhan kerja yang lebih besar seperti membuat iklan atau film.

Harga yang ditawarkanpun cukup fantastis mulai dari belasan juta hingga puluhan juta bahkan ratusan juta. Drone contoh untuk kelas yang sedikit lebih murah adalah DJI Mavic 2 Pro dengan kisaran harga diatas Rp.20 jutaan.

Tips Membeli Drone Agar Tidak Bingung

Banyak yang menanyakan di grup mengenai sebuah drone, biasanya mereka bingung menentukan pilihan drone apa yang akan dibeli antara drone A dengan drone B. Maka jawabannya adalah temen-temen masuk kedalam kategori mana nih dari tiga kategori diatas tersebut?

Jika temen-temen baru pertama kali dengan sebuah drone atau dalam artian pemula, maka sobat akan lebih baik membeli drone dikategori pemula sebagai bahan latihan sebelum menggunakan drone kelas semi profesional atau profesional.

Karena gak sedikit ko orang yang baru pertama kali memegang drone dan langsung ke drone yang semi profesional mengalami “crash”. Hal ini lantaran dirinya masih belum terbiasa dengan drone tersebut dan belum memahami karakteristik drone yang diterbangkan dengan spesifikasi canggih dan fitur lengkap.

Nah sebaiknya investasikan dulu uang sobat ke drone murahan dengan harga ratusan ribu untuk latihan sampai mahir.

Kemudian jika sobat sudah cukup mahir menerbangkan drone dan berencana upgrade ke drone yang lebih tinggi lagi, maka saatnya sobat memilih-milih drone mana yang akan dibeli. Biasanya disini akan bingung banget antara Drone A ataupun Drone B apalagi harganya tak terpaut jauh.

Pertama yakinkan dulu tujuan sobat membeli drone profesional untuk apa? Kalau cuman sekedar terbang aja dan merekam video yang selanjutnya video tersebut dihapus maka drone mahal sekalipun seakan tak ada artinya.

Maka drone mahal tersebut haruslah ada manfaatnya untuk sobat sekalian, misalkan untuk kebutuhan videography (aerographic), sebagai pendukung dalam pembuatan video cinematic, sebagai pendukung channel youtube, untuk kebutuhan prewedding dan lain sebagainya.

Dari sisi harga untuk drone kelas profesional menengah ini memang bersaing banget dan membuat kita menjadi bingung. Terkadang drone A dan drone B memiliki harga yang relarif sama atau terpaut sedikit saja.

Maka yang perlu diperhatikan adalah fitur yang dimiliki drone dan kemampuan terbangnya apakah memenuhi kebutuhan bisnis kamu atau tidak.

Contoh jika sobat seorang videography untuk prewedding atau pernikahan maka antara drone Hubsan Zino 2, Fimi X8SE 2020 atau DJI Mavic Mini maka saya sangat merekomendasikan DJI Mavic Mini.

Harga lebih murah namun memiliki kemampuan yang bisa mengakomodir semua kebutuhan kamu. Drone bisa terbang di Indoor dengan sangat stabil lantaran memiliki sensor yang lengkap, kualitas kamera yang mumpuni serta fitur yang lengkap. Dan yang lebih penting lagi drone ini memiliki ukuran kecil setidaknya kalau crash tidak terlalu membahayakan.

Bukan hanya itu untuk kebutuhan prewedding di outdoor drone ini masih cukup bisa diandalkan sekalipun jangkauan terbangnya terbatas.

Sementara untuk kebutuhan outdoor seperti travelling atau youtuber atau sobat yang memang gemar membuat video cinematic tentang alam, maka drone-drone seperti Hubsan Zino 2 atau Fimi X8SE 2020 bisa menjadi pilihan.

Kedua drone ini mampu terbang dengan jangkauan hingga 8 KM dengan kemampuan merekam video resolusi 4K. Selain itu fiturnyapun cukup lengkap dan bisa diandalkan. Diluar itu juga bisa mengandalkan Parrot Anafi dan tinggal sesuaikan saja dengan budget yang dimiliki.

Soal kelebihan dan kekurangan saya rasa semua drone pasti memilikinya. Terlepas pada saat di produksi pabrik drone sudah masuk Quality Control secara ketat dan memiliki spesifikasi yang canggih. Namun dalam perjalanannya selalu saja ada konsumen yang merasa kecewa dengan berbagai permsalahan yang dialami, namanya juga barang elektronik pasti ada saja kerusakannya.

Dan kerusan itu bisa dari internal drone sendiri atau secara sistem bisa juga kerusakan yang diakibatkan oleh human error atau kesalahan manusia.

Nah intinya belilah drone sesuai dengan kebutuhan kamu dan manfaatkan drone mahal tersebut sebaik mungkin untuk membuat karya yang bisa dinikmati oleh semua orang. Sukur-sukur kamu bisa menghasilkan uang dari kegiatan “ngedrone” yang kamu lakukan, asik kan?!

You May Also Like

About the Author: deniandrian

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *