Tips Merawat Baterai Drone Agar Awet dan Tahan Lama

Saat ini cukup banyak pengguna drone di tanah air mulai dari drone kelas pemula hingga drone semi profesional dan profesional. Dengan drone kita bisa melakukan perekaman video dari atas, melakukan pemetaan wilayah serta melakukan pemotretan.

cara merawat baterai drone

Drone profesional biasanya memiliki spesifikasi yang lengkap mulai dari fitur pendukung seperti GPS, orbit, follow me, drone dengan gimbal serta kamera yang mampu merekam video hingga resolusi 4K.

Drone-drone profesional ini biasanya digunakan untuk banyak kebutuhan seperti membuat video drone cinematic, melakukan perekaman video untuk kebutuhan prewedding atau kebutuhan ngevlog atau youtube.

Beberapa drone profesional yang bisa sobat pilih diantaranya adalah Hubsan Zino 2, Fimi X8SE, DJI Mavic Mini, DJI Mavic Pro, DJI Mavic 2 Pro, Parrot Anafi dan lain sebagainya.

Nah sayangnya banyak dari kita yang kurang begitu peduli bagaimana cara merawat drone terutama baterainya yang memiliki peranan sangat penting. Kita hanya sebatas menggunakan saja setelah itu drone disimpan, padahal baterai yang kurang perawatan bisa cukup berbahaya.

Cara Merawat Baerai Drone

Lantas bagaimana cara merawat baterai drone? Berikut langkah-langkah yang bisa sobat lakukan sehari-hari.

  1. Cara Melepas Baterai dari Drone

Setelah selesai melakukan penerbangan dan melakukan perekaman maka lepaslah baterai dari dronenya. Namun perlu diingat terkadang kita lupa malah melepaskan baterai pada saat drone masih dalam kondisi on. Nah sebaiknya sobat hati-hati dan jangan terburu-buru karena melepaskan baterai dari drone yang aktif dapat mempercepat perusakan baterai.

  1. Biarkan Baterai Dingin

Setelah digunakan tentu saja baterai akan terasa panas dan sebaiknya jangan disimpan ditempat yang kedap seperti di tas drone, tas atau kantong, lebih baik sobat pegang saja dan biarkan “keangin-angin” atau simpan di meja dan jangan terkena sinar matahari langsung.

  1. Penyimpanan Baterai

Simpanlah baterai di suhu sejuk atau suhu kamar, jika selesai digunakan sebaiknya simpan di laci yang agak besar agar tidak pengap. Disimpan di laci juga akan mengindarkan baterai dari jangkauan anak-anak.

  1. Cas Pada Saat Dingin

Jangan sekali-sekali “ngecas baterai drone” dalam kondisi panas setelah selesai penggunaan. Hal ini bisa menyebabkan baterai menjadi kembung dan rusak. Sebaiknya cas atau isi daya pada saat baterai dingin, biasanya saya diamkan dulu selama satu jam setelah digunakan kemudian baru di cas.

  1. Sisakan Daya 50 Persen

Jika baterai sobat memiliki daya yang minim banget semisal 1 persen kemudian disimpan dalam waktu lama maka bisa jadi daya 1 persen tersebut akan habis sehingga baterai tidak memiliki daya lagi. Kondisi ini bisa menyebabkan baterai mati total dan gak bisa dicas. Pihak pabrik drone sudah memberikan instruksi setidaknya ada 50 persen daya baterai jika ingin disimpan.

  1. Jangan Pasang Baterai ke Drone Jika

Jika drone tidak akan digunakan dan baterai memiliki cukup daya maka sebaiknya jangan pasangkan batreai ke drone, apalagi drone dimasukan kedalam tasnya yang memungkinkan tombol drone ketekan dan aktif. Hal ini bisa menyebabkan korsleting dan membuat drone meledak dan terbakar.

  1. Gunakan Drone Sewajarnya

Jika tidak ada keperluan menerbangkan drone mungkin sobat bisa menyimpannya dengan catatan seperti diatas. Hal ini bisa membuat baterai drone awet dan tahan lama. Tapi tetap sobat perlu melakukan pemanasan pada drone jangan sampai didiamkan terlalu lama.

Nah itulah tujuh tips cara merawat baterai drone agar lebih awet dan tahan lama. Terkadang kita cukup lalai dalam hal ini sehingga membuat baterai cepat rusak, kembung dan ngedrop, semoga artikel ini bermanfaat.

You May Also Like

About the Author: deniandrian

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *