Tutorial Drone Pemula agar Terbang aman Tidak Crash

tutorial drone

Halo sobat sekalian kali ini saya mau berbagi tips untuk pemula atau yang masih baru bermain didunia drone. Tips kali ini adalah cara bermain drone agar terbang aman tidak jatih dan crash. Sayang banget kan drone yang udah dibeli mahal-mahal eh baru sekali pakai udah jatuh dan rusak, pasti langsung gak bisa tidur semalaman kepikiran si drone terus.

Nah tips kali ini disesuaikan dengan pengalaman saya selama hampir dua tahun bermain dengan drone ya. Sebagai awal-awal tentu masih belum mengenal banget karakteristik si drone yang dimiliki dan sayapun pernah mengalami “drone crash” hingga jari tangan kena propeller dan harus berdarah-darah.

tips drone pemula agar tidak crash

Tips Bermaiin Drone Pelua agar tidak Crash

Akhirnya sayapun mengerti ternyata ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat bermain drone agar kejadian “Drone Crash” tidak terulang lagi, nah berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh sobat sekalian.

  1. Pastikan baterai drone dan remot dalam kondisi full

Jadi temen-temen sebelum terbang harus pastiin baterai dalam kondisi 100 persen atau full. Kalau saya biasanya malamnya di cas sampe full untuk terbang di keesokan harinya. Pokoknya baterai drone dan remote harus 100 persen dulu. Saya gak berani terbang jika baterai kurang di 80 persen apalagi baterai bekas dipake sebelumnya karena resikonya besar.

Kapasitas baterai drone yang tidai full bisa menyebabkan konsumsi daya pada saat terbang cepat terkuras. Apalagi kita gak tahu pasti kapasitas daya sisa yang ada pada baterai karena biasanya yang tertera pada monitor tidaklah sama dengan daya yang sesungguhnya pada baterai, jadi pastikan kapasitas daya baterai dalam kondisi full semuanya.

  1. Cek kondisi drone seperti baut-bautnya apakah sudah terpasang dengan kuat atau tidak

Langkah selanjutnya temen-temen pastikan kondisi drone dalam keadaan baik, Hal yang sering terlupakan adalah baut-baut pada propeller. Biasanya saya rutin mengecek kondisi baut pada propeller setiap kali mau terbang.

Karena drone yang sering digunakan akan membuat baut-baut menjadi longgar dan itu sangat beresiko sekali. Gak sedikit kasus drone yang tiba-tiba jatuh lantaran propellernya rusak.

Dan banyak yang gak mengerti insiden jatuhnya drone secara tiba-tiba justru dikaitkan dengan kegagalan sistem si drone, padahal itu hampir dipastikan kelalaian si pilotnya sendiri.

  1. Satu Baterai untuk Sekali Terbang

Gunakan satu baterai untuk sekali terbang dan jangan coba-coba gunakan untuk lebih dari satu kali terbang karena resikonya cukup besar, misal kamu terbang dengan satu baterai kemudian disisain 60 persen untuk terbang ditempat lain, nah itu sangat beresiko karena kita gak tau kondisi baterai yang digunakan apakah masih bagus atau tidak.

Bisa-bisa pas kita nerbangin drone dan langsung menempuh jarak yang cukup jauh eh tiba-tiba baterai cepat habisnya dan gak ada daya lagi untuk pulang. Alhasil drone kemungkinan besar akan jatuh sebelum sampai ditujuan.

  1. Tentukan kapan Drone pulang dalam kondisi baterai berapa persen

Pada setiap drone yang memiliki fitur RTH (Return to home) biasanya akan disetting setiap berapa persen kapasitas baterai tersisa hingga drone akan kembali pulang ketempat asal. Biasanya diangka 20 hingga 30 persenan akan ada notifikasi prihal kondisi daya baterai.

Nah biasanya saya pribadi jarang menggunakan fitur RTH karena selalu “memulangkan” drone pada kondisi baterai antara 30-40 persenan. Bagi saya RTH adalah fitur “safety” yang dimiliki drone ketika drone “lost connect” dan tidak memungkinkan dikendalikan oleh pilot.

Nah dengan sisa 30 persen hingga 40 persen tersebut tentu saja meningkatkan keamanan drone agar tidak crash karena memiliki cukup daya untuk pulang, hovering (holding) diatas kita dan landing. Trus kitanya juga jadi lebih santai dan tenang.

  1. Terbang di tempat lapang

Kalau sobat pemula sebaiknya terbang ditempat yang lapang yang tidak ada halangan seperti pohon atau gedung. Terbang dilapangan bola akan lebih leluasa dan bebas. Kecuali kalau udah mahir boleh lah terbang dimana saja.

Terbang ditempat yang lapang bisa sekaligus melatih jari-jari kita memainkan remote dan mengendalikan drone.

  1. Sering Latihan

Latihan menjadi kunci penting sobat dalam mengendalikan drone. Sering latihan membuat sobat lebih percaya diri saat menerbangkan drone dalam kondisi lapangan seperti apapun. Sobat akan mengerti kemampuan sobat dalam mengendalikan drone sehingga situasi seperti apa yang mengharuskan sobat terbang atau tidak.

  1. Pahami karakteristik drone

Terakhir yang paling penting adalah pahami karakteristik drone. Drone merek apapun ada kelebihan dan kekurangannya dan sobat harus benar-benar paham. Misal drone GPS yang membutuhkan angka GPS yang cukup untuk terbang, kalau saya pribadi butuh minimal GPS diangka 12 atau 13 baru drone saya terbangkan. Hal ini berpengaruh ke kestabilan drone saat hovering.

Bagi pemula Drone dengan sensor seperti optical flow akan cukup sulit landing ditangan dan perlu kehati-hatian karena ketika mendekat ke telapak tangan drone biasanya akan lembali keatas. Jadi temen2 harus belajar memahami karakteristik drone.

Kemudian jangan panik saat mengalami “disconect” dan tetap tenang karena drone sobat sudah dilengkapi fitur RTH. Drone akan kembali mendekati sobat hingga menemukan kembali “sinyal” dan terhubung kembali.

Nah itulah 7 tips bagi pemula menerbangkan drone agar lebih aman dan tidak crash. Yang penting pahami karakteristik drone yang sobat miliki kemudian sering-sering berlatih. Semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat sekalian.

You May Also Like

About the Author: deniandrian

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”